Aksi Pencurian Dompet Di Dasbort Motor Yang Dilakukan Ojol Terekam Kamera Cctv

Kalitannews.com//klaten- Berhati Hatilah Jika Meletakkan Barang Berharga Milik Anda  Agar Tidak Menimbulkan Tindakkan Kriminalitas .   Kali Ini  Aksi Pencurian Sebuah Dompet  Yang Diletakkan Di Dasbort Motor  Yang Sedang Parkir Di Toko Plastik  Di Klaten  Jawa Tengah  Berhasil Terekam Kamera Cctv ,  Saat Kejadian  Ciri Pelaku Sudah Setengah Baya Dan Memakai Pakaian Ojek Online .

Pencurian  Berhasil Tertangkap Kamera Cctv  Di Sebuah Toko Plastik Dan Bahan Roti  Di Desa Bareng  Kecamatan Klaten Tengah  Kabupaten Klaten  Jawa Tengah Pada Senin Siang .   Nampak Dalam Rekaman Cctv Tersebut  Pelaku Dengan Ciri  Berusia Setengah Baya  Memakai Pakaian Ojek Online  Atau Ojol   Nampak Mondar Mandir Didepan Toko  Mengincar Dompet Milik Pembeli Di Toko Plastik Dan Bahan Roti .

Aksi Pelaku Tak Berlangsung Lama  Kurang Lebih 1 Menit  Lalu Berhasil Membawa Dompet  Yang Ditinggal Pemiliknya Di Dalam Dasbor Sepeda Motor Matic Yang Sedang Diparkir .   Saat Aksi Pelaku Tertangkap 2 Kamera Cctv  Namun Pelaku Tak Menyadari Ada Kamera Pengintai Di Toko Tersebut .

Pelaku Memanfaatkan Keteledoran Korbannya  Saat Belanja Di Toko Plastik Tersebut ,  Korban Menyadari Jika Dompetnya Raib Dibawa Pencuri  Saat Akan Melakukan Transaksi Sebesar 45 Ribu Rupiah  Di Toko Tersebut .  Dompet Milik Korban  Berisi Surat Berharga Dan Sejumlah Uang .

Akibat Kejadian Tersebut  Korban Juga Sudah Melaporkan Kepada Pihak Kepolisian Polres Klate ,  Saat Ini  Aparat Kepolisian Tengah Melakukan Penyidikan Pada Pelaku Pencurian Dengan Berbekal Kamera Cctv  Dari Pemilik Toko .  Petugas Juga Menghimbau Kepada Warga Masyarakat  Agar Lebih Berhati Hati  Dan Tidak Teledor  Jika Meletakkan Barang  Agar Tindak Pencurian Tidak Kembali Terjadi .

 151 kali dilihat

Sidang Penganiayaan Molor 4 Jam, Warga Berharap Terdakwa Divonis Bebas

Kalitannews.com// klaten – Sidang Lanjutan Kasus Penangkap Maling  Di Desa Glodogan  Klaten Selatan  Klaten  Jawa Tengah  Justru Dipenjara  Kali Ini  Masih Berjalan  Dengan Agenda Pembacaan Pembelaan Dari Penasehat Hukum Terdakwa ,   Kasus Ini Dianggap Cacat Hukumm  Dan Banyak Kejanggalan .    Pada Sidang Lanjutan  Dengan Pembacaan Putusan  Warga Berharap Kedua Terdakwa Divonis Bebas , Selasa 29/12/2020 .

Meski Agenda Persidangan Lanjutan Kasus Warga Menangkap Maling Justru Ditahan  Di Desa Glodogan  Klaten Selatan  Klaten  Jawa Tengah  Sempat Molor Selama 4 Jam  Tak Menyurutkan Warga Setempat .   Semula Persidangan Dijadwalkan Mulai Pukul 11 Siang  Ternyata Molor Selama 4 Jam  Warga Antusias Masih Menunggu Proses Jalannya Persidangan  Di Kantor Kajari Klaten  Selasa Sore .

Belasan Warga  Dan Keluarga Terdakwa Masih Antusias Untuk Menunggu Jalannya Sidang Berlangsung Secara Virtual Yang Disaksikan Warga Di Kanmtor Kajari Klate . Kali Ini  Agenda Persidangan Yang Dilakukan Oleh Pengadilan Negeri Klaten  Dengan Acara Pembacaan Pembelaan Pada Terdakwa  Oleh Penasehat Hukum Terdakwa .

Meski Sudah Beberapa Kali Dilakukan Sidang  Pihak Keluarga Menganggap  Kasus Warga Yang Bisa Menangkap Maling Justru Ditahan Ini  Menuai Banyak Kejanggalan  Dan Cacat Hukum .  Keluarga Mengaku Banyak Kejanggalan Yang Menimpa Terdakwa  Mulai Dari Sidang Pertama  Hingga Kini .

Dalam Sidang Putusan Nantinya  Keluarga Berharap Kedua Terdakwa Untuk Divonis Bebas Jika Kasus Ini Berlanjut Hingga Kedua Terdakwa Divonis Penjara  Maka Akan Berdampak Pada Sisi Sosial Masyarakat Dilingkungan Desa Setempat .

Sementara Itu  Menurut Kasi Pidana Umum Kejari Klaten  Adi Nugraha Menjelaskan  Dalam Persidangan Putusan Yang Dijatuhkan Pada Terdakwa Hal Ini  Berdasarkan Keterangan Saksi Saat Kejadian ,  Jika Keterangan Saksi  Bahwa Terdakwa Tidak Bersalah  Maka Hakim Dipersidangan Juga Akan Memvonis Bebas Terdakwa ,  Namun Jika Menurut Hakim Menyipulkan Keterangan Saksi Bahwa Terdakwa Bersalah  Maka Hakim Akan Memvonis Hukuman Penjara .

 669 kali dilihat

Irjen Pol Istiono Memimpin Langsung Pemberian Bantuan Di Posko Pengungsian Korban Erupsi Gunung Merapi

Kalitannews.com// klaten – Status Siaga Gunung Merapi Yang Ditetapkan Oleh Badan Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (Bpptkg) Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Kabupaten Klaten Membuat Sejumlah Masyarakat Yang Tinggal Di Radius 3-5 Km Dari Puncak Merapi Terpaksa Tinggal Di Posko Pengungsian.. Kondisi Ini Membuat Korlantas Polri Peduli Dengan Membagikan Ribuan Paket Sembako Untuk Meringankan Beban Para Pengungsi , Selasa 29/12/2020 .

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono Yang Didampingi  Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Rudy Safirudin Memimpin Langsung Pemberian Bantuan Ini Di Posko Pengungsian Korban Erupsi Gunung Merapi Di Lapangan Desa Keputran  Kecamatan Kemalang .

Kakorlantas  Dalam Kesempatan Tersebut  Mengatakan Bahwa Pemberian  Bantuan Ini Diprakarsai Rasa Empati Dengan Harapan Dapat Meringankan Sedikit Beban Masyarakat Di Sekitar Kawasan Gunung Merapi  Yang Tengah Mengungsi Akibat Adanya Erupsi.

Hal Ini Disebabkan , Kehidupan Sehari-Harinya Kini Bergantung Hidup Lewat Dapur Umum Di Posko Pengungsian, Karena Rumah Mereka Dalam Kondisi Tidak Aman Dari Adanya Erupsi Gunung Merapi.

Irjen Pol Istiono, M.H Mengatakan  “ Bahwa Kegiatan Yang Dilakukan Jajarannya Adalah Dalam Rangka Operasi Lilin 2020 ,  Menurutnya Ops Lilin Tahun Ini Berbeda Dari Tahun-Tahun Sebelumnya Karena Dilaksanakan Dalam Situasi Pandemi Covid-19, Sehingga Selain Mengamankan Ibadah Natal Dan Jalur Lalu-Lintas Juga Dilaksanakan Kegiatan Kemanusiaan.

“Operasi Lilin 2020 Adalah Operasi Kemanusiaan Dan Saat Ini Kami Mengunjungi  Titik  Dapur  Umum Yang Dipergunakan Untuk Melayani Masyarakat  Atau Pengungsi Gunung Merapi,” Ujarnya

Selain Memberikan Bantuan Sembako Dan Meninjau Dapur Umum, Rombongan Korlantas Ini Terpantau Juga Memberikan Pendampingan Psikologi Atau Trauma Healing Kepada Anak-Anak Pengungsi Gunung Merapi. Kakorlantas Berharap Dengan Adanya Layanan Trauma Healing Tersebut, Perkembangan Psikologi Dan Pertumbuhan Anak-Anak Tidak Terganggu Meski Tinggal Di Pengungsian.

Disinggung Mengenai Kegiatan Pengamanan Malam Tahun Baru, Kakorlantas Mengingatkan Agar Masyarakat Mematuhi Maklumat Kapolri Untuk Tidak Merayakan Tahun Baru Dengan Membuat Kegiatan Yang Mengundang Kerumunan, Misalnya Panggung Hiburan Dan Pesta Kembang Api.

“Malam Tahun Baru Kembang Api Tidak Boleh, Keramaian Tidak Diizinkan. Tolong Ini Dipatuhi Sebab Jika Ada Kembang Api Mengundang Kerumunan” Tegasnya .

 1,131 kali dilihat

Saat Malam Tahun Baru Masyarakat Di Larang Bunyikan Petasan

Kalitannews.com//jateng- Malam pergantian tahun baru 2021 yang bertepatan dalam situasi pandemi seperti sekarang membuat masyarakat mau tak mau harus merayakan pergantian tahun di rumah saja.

Saat ini Polda Jawa Tengah sedang menggencarkan pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2020 dalam rangka pengamana Natal dan pergantian Tahun 2021. Selain melarang membunyikan petasan dalam operasi tersebut, Polda Jawa Tengah melalui Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., juga melarang masyarakat untuk merayakan tahun baru 2021 dan berkerumun.

“Polda Jawa Tengah akan bertindak tegas pada siapapun yang membunyikan petasan,” tegas Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna melalui video imbauan terkait pengamanan perayaan pergantian tahun baru 2021 di Mapolda Jateng, Senin (28/12/2020).

“Apalagi berkerumun dan membunyikan petasan,” tambahnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menambahkan bahwa di masa pandemi Covid-19, semua pihak agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

Kabidhumas menambahkan, hal-hal yang dilarang diatas adalah melanggar ketentuan mengingat situasi pandemi yang belum tau kapan akan berakhir ini.

“Termasuk penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan keagamaan dan perayaan pergantian tahun 2021 untuk memutus mata rantai Covid-19,” pungkas Kabidhumas Polda Jateng.

 3,126 kali dilihat

Petugas Satpol PP Klaten Amanakan 7 Pasangan Tidak Resmi

kalitannews.com//klaten- Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten bersama TNI dan Polri serta pihak terkait melakukan operasi yustisi dengan sasaran, pengamen, gelandangan, orang terlantar (PGOT) dan sejumlah pasangan tidak resmi di hotel melati yang ada diwilayah Kabupaten Klaten.

Informasi yang dihimpun tim operasi dibagi dalam dua kelompok, satu tim mesnyisir di sepanjang jalan Yogya-Solo hingga di Delanggu dan tim satunya menyisir kearah barat hingga di wilayah Kecamatan Prambanan.

Semula beredar isu rencana operasi bocor karena poetugas telah menyisir sejumlah hotel melati diwilayah Kecamatan jogonalan, namun tidak satupun pasangan tidak resmi didapatkan. Tidak berhenti sampai disini, petugas kemudian menyisir sejumlah hotel melati di Kecamatan Prambanan yang sering dugunakan untuk indehoy pasangan tidak resmi. Wal hasil petugas mendapatkan 3 orang pengamen dan 3 pasangan tidak resmi di Kecamatan Prambanan.

Sementara petugas di wilayah timur berhasil mendapati 4 pasangan tidak resmi dan sejumlah PGOT yang sedang mangkal di pinggir jalan Jogja Solo.

“Operasi ini dilakukan dalam rangka penegakan perda menjelang perayaan natal dan tahun baru untuk menciptakan situasi kondusif diwilayah Klaten”,kata Pelaksana Tugas Satpol PP Klaten, Rabiman, Selasa (22/12/2020)siang.

Lebih lanjut dijelaskan untuk pasangan tidak resmi hamper mayoritas wajah baru, untuk itu nanti kita akan lakukan pembinaan dan wajib lapor selama 20 kali. Sementara untuk para gelandangan dan orang terlantar akan kita kirim ke rumah singgah yang berada diilayah Kecamatan jogonalan.

“Perda 27 Tahun 2002 dan Perda nomor 12, 13 Tahun Tentang K3, operasi ini kedepan terus akan kami laksanakan mengingat adanya banyak laporan masyarakat tentang kegelisahan maraknya penyakit masyarakat yang masuk ke kami, seklaigus banyaknya hotel melati yang sering digunakan untuk pasangan tidak resmi”,pungkasnya.

 6,959 kali dilihat

Petugas Sita Makanan Kadaluarsa Di Swalayan Ternama Di Klaten

kalitannews.com//klaten- Petugas Gabungan Mulai Dari Disdakop Umkm Satpol Pp Dan Dinas Kesehatan Klaten Jawa Tengah Menggelar Sidak Makanan Di Swalayan Dan Pasar , Selasa 22/12/2020 . Dalam Sidak Kali Ini Petugas Mendapati Banyak Makanan Yang Kadaluarsa Beredar Menjelang Perayaan Natal Dan Tahun Baru .

Menjelang Perayaan Natal Dan Tahun Baru Petugas Gabungan Mulai Dari Disdakop Umkm Satpol PP Dan Dinas Kesehatan Klaten Jawa Tengah Menggelar Sidak Makanan Di Swalayan Dan Pasar .

Petugas Menyisir Satu Persatu Rak Tempat Makanan Siap Saji Makanan Ringan Dan Susu Yang Berada Di Toko Swalayan Terbesar Di Klaten . Dalam Sidak Yang Dilakukan Kali Ini Petugas Mendapati Belasan Makanan Siap Saji Yang Sudah Kadaluarsa .

Selain Itu Petugas Juga Mendapati Sejumlah Kemasan Makanan Yang Rusak Dan Tidak Layak Konsumsi . Selanjutnya Petugas Menyita Barang Yang Tak Layak Jual Tersebut Agar Tidak Dikonsumsi Warga .

Petugas Juga Melakukan Himbau Pada Pemilik Swalayan Agar Tidak Menjual Barang Yang Rusak Atau Sudah Kadaluarsa Dan Selalu Menerapkan Protokol Covid . Selain Himbauan Juga Ditujukan Pada Pemilik Swalayan Petugas Juga Menghimbau Pada Warga Supaya Lebih Selektif Dalam Memilih Barang Dipasar Swalayan .

Saat Dikonfirmasi Dari Pihak Swalayan Dirinya Mengaku Lalai Dalam Pengecekan Barang Yang Dipajang Di Swalayannya , Pihaknya Akan Melakukan Pengecekan Kembali Seluruh Barang Yang Dipasarkan Mulai Dari Pengecekan Tanggal Kadaluarsa Dan Kemasan Yang Rusak Sehingga Tidak Membahayakan Warga .

 6,958 kali dilihat

Kodim bersama BNPB dan Relawan Klaten Tanam Vetiver

kalitannews.com//Klaten – Kodim 0723 Klaten bersama dengan BNPB dan relawan melaksanakan penanaman vetiver guna mencegah terjadinya longsor dan banjir bantaran sungai Dengkeng di Desa Beluk dan Desa Kebon Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten. Sabtu (19/12/20)

Kegiatan penanaman vetiver di hadiri langsung oleh Ir. Lilik Kurniawan Msc Deputi 2 pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pusat, Letkol Inf Joni Eko Prasetyo, S.I.P Dandim 0723 Klaten dan Jaka Sawaldi S H M.M Sekda Kab.Klaten serta Muspika Kec Bayat.

Dalam wawancara bersama media, Dandim menuturkan bahwa penanaman vetiver kali ini di lakukan di dua Desa, dengan panjang lahan 500 m , lebar 3 meter dan bibit vetiver yang di tanam sejumlah 3.000 ikat.

Menurutnya, dengan penanaman vetiver akan dapat mencegah terjadinya erupsi tanah, sehingga dapat meminimalisir kerawanan bencana longsor dan banjir yang ada di wilayah kabupaten klaten.

“ tanaman vetiver memiliki akar serabut yang panjang dan dapat mengikat tanah dengan kuat, selain itu juga memiliki nilai ekonomi buat warga. Tanaman vetiver disebut juga akar wangi, yang merupakan bahan baku pewangi , “ kata Dandim.

Sedangkan menurut Lilik Kurniawan, dengan adanya kegiatan ini, mampu memperbaiki lingkungan yang ada diwilayah Klaten terutama bencana yang ada kaitanya dengan hidrometrologi yaitu banjir, tanah longsor ataupun angina putting beliung.

Deputi 2 Pencegahan BNPB tersebut menuturkan bahwa dukungan masyarakat sangat dibutuhkan, dengan cara senantiasa menjaga lingkungan dengan baik, sehingga dapat meminimalkan resiko bencana yang ada.

“ jangan biarkan kerusakan yang ada di hulu, karena itu dapat menimbulkan kerusakan yang ada di bawah atau di hilir, masalah bencana erat hubungannya dengan kerusakan lingkungan, “ ungkap Deputi 2 Pencegahan BNPB Pusat.

Dirinya juga berharap kepada seluruh masyarakat bersama dengan unsur yang ada untuk berusaha meninggalkan warisan kepada generasi yang akan datang dengan senyuman dan bukan dengan bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Balai Besar wilayah sungai Bengawan solo (BBWS), DPU SDA Jateng, Relawan Sungai, Relawan MPA Bayat, Relawan Semut Geni, MTA, PMI, Polres Klaten dan masyarakat Bayat.

 9,477 kali dilihat

WISUDA XIV SARJANA STRATA SATU SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH KLATEN

kalitannews.com//klaten- Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Klaten menggelar sidang senat terbuka dengan agenda wisuda sarjana strata satu ke-XIV yang dilaksanakan di Gedung Sunan Pandanaran Klaten. Pada wisuda kali ini STAIM Klaten mewisuda sebanyak 194 wisudawan, dari jumlah tersebut, wisudawan yang mendapatkan predikat cumlaude berjumlah 25 wisudawan. Lulusan dengan IPK tertinggi diraih oleh Uzza Atthahirah Putri dengan IPK 3.73.
Mengingat wisuda kali ini dilaksanakan di tengah pandemi covid-19, maka pihak panitia menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para wisudawan diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak, selain itu juga wisuda kali ini dibagi dalam dua sesi, sesi pertama dilaksanakan pukul 07.00 – 09.00 WIB dan sesi kedua pukul 09.00 – 11.00 WIB.
Ketua STAIM Klaten, Dr. H. Agus Wasisto Dwi Doso Warso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa setelah diwisuda pada hari ini, maka para wisudawan secara resmi dinyatakan telah lulus sebagai sarjana pendidikan agama Islam. Oleh karena itu kontribusi peran para wisudawan sebagai sarjana pendidikan agama Islam sangat diharapkan di masyarakat.
Kami berharap melalui kompetensi dan keahlian yang telah saudara peroleh selama belajar di STAIM Klaten, maka diharapkan saudara dapat berperan positif dalam memajukan masyarakat dan bangsa secara luas dibidang pendidikan agama Islam, dan pada akhirnya saudara-saudara para wisudawan sarjana yang diwisuda pada hari ini dapat berperan serta ikut mewujudkan secara nyata terwujudnya masyarakat yang adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Sebagai sarjana pendidikan agama Islam yang baru diwisuda tentunya belumlah dapat dikatakan sebagai calon guru pendidikan agama Islam yang profesional. Para wisudawan sarjana baru ini harus terus menerus mengembangkan diri baik melalui pelatihan-pelatihan maupun pendidikan profesi agar dapat menjadi calon guru- guru yang benar-benar kompeten dan profesional. Sebagai sarjana S1 bidang pendidikan agama Islam yang baru lulus dari perguruan tingi, agar dapat menjadi guru yang profesional saudara wisudawan masih harus mengikuti serangkaian pendidikan keprofesian.
Sementara itu, Sekretaris Kopertais Wilayah X Jawa Tengah, Dr.H.Ruswan.MA dalam sambutannya mengatakan para wisudawan STAIM Klaten diharapkan dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah untuk mewujudkan kehidupan beragama yang baik.
Para wisudawan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam secara komprehensif, menyeluruh, tidak sepotong-sepotong melalui berbagai bentuk pendidikan dan dakwah di tengah masyarakat. Melalui madrasah, sekolah, pesantren, masjid dan majelis-majelis ta’lim. Di samping itu para wisudawan juga harus mendorong tumbuhnya moderasi beragama di tengah masyarakat, karena sesungguhnya ajaran Islam itu moderat. Semakin taat beragama, seharusnya seorang Muslim semakin ramah, semakin hormat dengan orang tua, semakin dekat dengan tetangga, dan semakin toleran terhadap perbedaan. Untuk mewujudkan masyarakat yang demikian dibutuhkan komitmen para ilmuwan yang lahir dari perguruan tinggi, karena mereka telah dikenalkan aneka model pemikiran dan keyakinan selama kuliah. Sehingga mereka tidak alergi terhadap perbedaan, bahkan sebaliknya melihat perbedaan sebagai rahmat dan keindahan. Untuk itu semua, para wisudawan dituntut untuk terus menerus belajar, dituntut untuk mengamalkan ilmu yang diperolehnya dan mengajarkannya kepada orang lain yang memerlukan. Para wisudawan diharapkan menjadi agen-agen perubahan masyarakat, menjadi masyarakat yang berkemajuan dalam berfikir, bertutur kata dan berbuat. Masyarakat yang berkemajuan adalah masyarakat yang akan membuat citra Islam semakin baik, sebagai agama pembawa kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam.

 9,173 kali dilihat

Mediasi Terkait Dugaan Mark Up Anggaran Proyek Pembangunan Di Desa Kraguman

Kalitannews.com//klaten- Rapat Terselubung Di Salah Satu Rumah Makan Di Srowot Terkait Dugaan Mark Up Atau Penggelembungan Anggaran Pada Proyek Pembangunan Talud Dan Jalan Aspal Di Desa Kraguman Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten Yang Di Temukan Oleh Warga Kraguman Beberapa Waktu Lalu, Hari Jum’at (18/12) Pagi Terjadi Pertemuan Mediasi Antara Perwakilan Warga Dengan Pihak Pemerintah Desa Kraguman Di Sebuah Rumah Makan Di Daerah Srowot Desa Gondangan Kecamatan Jogonalan.

Dalam Pertemuan Mediasi Ini Di Hadiri Oleh Kepala Desa Kraguman, Sunaryo, Kader Pembangunan Masyarakat Desa (Kpmd) Desa Kraguman Agung Dan Perwakilan Warga Yaitu Sugiyanto Alias Gatot Serta Kapolsek Jogonalan, Iptu Muslimin. Terkait Dugaan Mark Up Atau Penggelembungan Anggaran Pada Proyek Pembangunan Talud Dan Jalan Aspal Di Desa Kraguman Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten Yang Temukan Oleh Warga Kraguman Beberapa Waktu Lalu,.

Meski Hari Ini Wilayah Kecamatan Jogonalan Sejak Pagi Sudah Diguyur Hujan, Namun Proses Mediasi Antara Perwakilan Warga Dengan Pihak Pemdes Desa Kraguman Tetap Dilakukan. Sebagaimana Diberitakan Oleh Beberapa Media, Baik Cetak Maupun On Line Pekan Lalu, Warga Desa Kraguman Kecamatan Jogonalan Kabupaten Menemukan Kejanggalan Dalam Proses Pembangunan Talud Dan Pengaspalan Jalan Di Beberapa Titik Kegiatan Di Desa Setempat.

Warga Menduga Telah Terjadi Penggelembungan Anggaran (Mark Up) Dalam Pelaksanaan Pembangunan Tersebut. Kemudian Sekelompok Warga Menyampaikan Temuan Dugaan Mark Up Anggaran Tersebut Kepada Pemerintah Desa Kraguman Agar Diselidiki Lebih Jauh Tentang Dugaan Mark Up Anggaran Itu Dan Mengganti Orang Orang Yang Bertanggung Jawab Dalam Pelaksanaan Proyek Pembangunan Tersebut.

Seusai Pertemuan, Agung Kepada Wartawan Yang Sudah Menunggu Di Depan Rumah Makan Tersebut Mengatakan Bahwa Pertemuan Mediasi Hari Ini Tidak Mencapai Kesepakatan Apapun. Namun Dalam Pertemuan Tadi Semua Pihak Menyerahkan Pada Proses Audit Yang Sedang Dilakukan Oleh Inspektorat Kabupaten Klaten, Lanjut Agung.

Sementara Kepala Desa Kraguman, Sunaryo Saat Dikonfirmasi Di Rumahnya Mengatakan, Saat Ini Persoalan Tersebut Sedang Ditangani Oleh Inspektorat Kabupaten Klaten. “Karena Persoalan Tersebut Sudah Ada Ditangan Inspekstorat Maka Kita Hormati Proses Yang Sedang Berjalan..” Jelas Sunaryo.

Kapolsek Jogonalan Yang Turut Hadir Dalam Pertemuan Mediasi Tersebut Belum Bisa Dimintai Tanggapannya, Karena Saat Awak Media Mendatangi Mapolsek Jogonalan, Kapolsek Sedang Ada Kepentingan Lain Di Luar .

 9,071 kali dilihat

Jelang Natal Dan Tahun Baru Satlatas Polres Klaten Dirikan Pos Pantau 3 Titik

kalitannews.com//klaten- Jelang Perayaan Natal Dan Tahun Baru Satlantas Polres Klaten Akan Menggelar Operasi Kemanusian Lilin Candi 2021, Operasi Kemanusiaan Lilin Candi 2021 Ini Akan Dilaksanakan Mulai Tanggal 21 Desember 2020 Hingga 4 Januari Mendatang . Dalam Operasi Kemanusiaan Lilin Candi 2021 Satlantas Polres Klaten Akan Mendirikan 3 Pos Pantau Yang Akan Di Tempatkan Di Titik strategis

Kasat Lantas Polres Klaten Akp Bobby Anugerah Rachman Mengatakan, Operasi Lilin Candi Akan Di Gelar 21 Desember 2020 Sampai Dengan 4 Januari 2021 Karena Ditengah Situasi Pandemi, Operasi Ini Focus Pada Langkah Prefentif, Represif Dan Menyampaikan Himbuan Pemerintah Untuk Tidak Mudik Dan Berlibur Meskpun Belum Ada Rencana Penyekatan Arus Diwilayah Hukum Polres Klaten .

Dijelaskan Kasat Lantas Bahwa Dalam Operasi Ini Akan Mendirikan Tiga Pos Masing Masing Berada Di Prambanan, Alun Alun Klaten Serta Di Delanggu, Gunanya Untuk Antisipasi Bila Ada Pemudik Serta Kerumunan. Bilamana Nanti Ada Lonjakan Arus Lalu Lintas Maka Pos Yang Ada Diperbatasan Kita Buat Pos Terpadu. Dalam Operasi Ini Polres Klaten Menerjunkan Sebanyak 152 Personil Gabungan Serta Akan Kita Terjunkan Tim Urai Sebanyak 3 Tim, Yakni Wilayah Barat, Tengah Dan Timur .

Dalam Operasi Kemanusiaan Lilin Candi 2021 Ini Dimasa pandemi Covid-19, Satlantas Polres Klaten Akan menitikberatkan pada Protokol kesehatan , baik pengendara roda 2 dan roda 4 tetap pakai masker dan menghindari kerumunan, utamanya masyarakat tidak berlibur .

Satlantas Klaten akan memperketat pengamanan di titik kerawanan Pos Prambanan. Kepadatan arus wilayah perbatasan yaitu datangnya wisatawan asing maupun lokal yang berlibur, hal itu sudah diantisipasi supaya tidak terjadi kerumunan.

 8,021 kali dilihat